Kontribusi Babel Dalam Mendorong Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Dan Keuangan Syariah Dunia Melalui ISEF 2026 : Menumbuhkan Ekonomi Syariah Dengan Sinergi Dan Transformasi Digital

SinergiBabel.Id – P – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berkomitmen dan berkontribusi dalam mendorong terwujudnya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, salah satunya melalui partisipasinya dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. ISEF ke-13 ini diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPwBI Babel) kembali mengikuti gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang resmi dibuka pada 14 Oktober 2026. Diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) selama 5 hari (14-18 Oktober 2026) , ISEF 2026 dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Melalui gelaran ISEF ini diharapkan dapat terus diperkuar ekosistem industri halal, pendalaman pasar keuangan syariah, serta semakin terwujudnya sinergi dan transformasi digital dalam ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pada perhelatan ISEF ke-13 ini, sebagai upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekosistem halal di daerah, KPwBI BabelProvinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendapatkan dukungan penuh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menghadirkan 3 perwakilan UMKM halal food (Cokelat CandU, Morenji, dan Billiton Spice), 1 UMKM modest fashion (Sepiak Belitong), serta 5 UMKM Halal Mart (Adena, Billiton Spice, Madu RR1669, Kritcu Super Sindi, dan Wijaya Crab). Selain itu, pada kesempatan ini juga dipromosikan program Wakaf Produktif Hijau besutanyang merupakan sinergi antara KPwBIKantor Bank Indonesia Provinsi Kepulanan Bangka Belitung Babel dengan WakafMU Babel, yaitu Wakaf Waste Box (WWB) juga yang dapat ditemui secara digital pada booth Wakafein. sebagai Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai digitalisasi aplikasi sosial syariah sambil turut menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai upaya untuk memperkuat jaringan ekonomi bisnis pesantren, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mengirimkan perwakilan dari Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pondok Pesantren (HEBITREN) Provinsi Kepulauan Babel, untuk mengikuti Forum Bisnis Pesantren yang dimulai sejak tanggal 13 Oktober 2026 melalui kegiatan Silaturahmi Pesantren. Kegiatan ini merupakan pre-event ISEF 2026. Rangkaian kegiatan ISEF secara lengkap dapat dilihat pada laman digital www.isef.co.id. Dengan rangkaian kegiatan antara lain talkshow edukatif, fashion show, hingga business matching dan pameran halal food serta modest fashion.

Pembukaan ISEF 2026 dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo. Selain itu, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Anggito Abimanyu, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Agusman dan Dicky Kartikoyono, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Badan Wakaf Indonesia, Kamaruddin Amin, dan Kepala Badan Pelaksana – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah juga turut hadir pada opening ceremony yang dilanjutkan dengan pembukaan IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) yang berkolaborasi bersama Jakarta Modest Fashion Week (JMFW).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menginformasikan bahwa pada ISEF ke-13 ini, Disampaikan oleh Destry Damayanti, Bank Indonesia meluncurkan 3 (tiga) inisiasi dalam ISEF 2026 yaitu Islamic Financial Market Conduct; sebuah pedoman perilaku transaksi pasar keuangan syariah, Indeks Implementasi Zakat Principle, dan International Sharia Scholarship bagi mahasiswa asing yang hendak belajar mengenai praktik-praktik syariah di Indonesia. Selain itu, dari sisi halal tourism, Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Bank Indonesia, juga menyampaikan bahwa ISEF 2026 juga menjadi ajang promosi parisiwata halal yang tidak hanya menghasilkan transaksi dan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sebuah ruang integrasi pelaku usaha.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *