BI Kembali Gelar BEKISAH ke-6, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Babel

Pangkalpinang, SinergiBabel.Id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar kegiatan Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) ke-6 yang berlangsung di Ruang Hutan Pelawan, Kantor BI Babel, Senin (6/4/2026).

Kepala KPwBI Babel, Rommy S. Tamawiwy, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses berkelanjutan.

“Keinginan untuk mengembangkan ekonomi syariah itu tidak bisa berlangsung dalam satu momen saja, tidak bisa dalam satu tahun. Karena itu, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan kampanye setiap tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui program BEKISAH, Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk menyadari bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang perlu terus dikembangkan.

Menurutnya, peran media juga sangat penting dalam mendukung kampanye tersebut agar gaung kebangkitan ekonomi syariah dapat terus disuarakan secara konsisten.

“Teman-teman media menjadi bagian penting dalam barisan ini untuk terus menyuarakan peningkatan ekonomi dan keuangan syariah di Bangka Belitung,” katanya.

Dari sisi potensi, Rommy menyebutkan bahwa mayoritas penduduk Bangka Belitung merupakan Muslim, dengan kisaran 80 hingga 85 persen. Hal ini menjadi modal besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.

Selain itu, keberadaan lebih dari 1.300 masjid di wilayah tersebut juga dinilai dapat menjadi kekuatan dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

“Ini potensi luar biasa yang harus kita baca bersama, bahwa pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung bisa kita dorong dari sektor ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BEKISAH tidak hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga memiliki filosofi sebagai “cerita” yang terus berlanjut dalam pengembangan ekonomi syariah di Bangka Belitung.

“Seperti namanya, BEKISAH, kita terus bercerita. Ini adalah kisah yang tidak akan pernah putus, seiring dengan hadirnya generasi-generasi baru yang akan melanjutkan pengembangan ekonomi syariah,” jelasnya.

Meski demikian, Rommy mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait keberadaan dan penguatan institusi keuangan syariah di daerah, meskipun masyarakatnya mayoritas beragama Islam.

Ia menegaskan bahwa ekonomi syariah merupakan model ekonomi yang inklusif dan dapat berjalan berdampingan dengan ekonomi konvensional.

“Siapa pun bisa masuk dan menggunakan prinsip serta instrumen ekonomi syariah. Ini bukan hanya untuk umat Islam, tetapi terbuka untuk semua,” tegasnya.

Secara kelembagaan, Bank Indonesia juga menunjukkan keseriusannya dengan membentuk Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) di tingkat pusat. Sementara di daerah, pengembangan ekonomi syariah terintegrasi dengan program penguatan UMKM.

Melalui kegiatan BEKISAH ke-6 ini, Bank Indonesia berharap sinergi seluruh pihak dapat terus terjalin guna mendorong ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *