SinergiBabel.Id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar Explore Bangka Belitung 2026 sebagai agenda tahunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan UMKM, pariwisata, digitalisasi, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Kepala KPwBI Babel, Rommy S Tamawiwy, mengatakan Explore Bangka Belitung tahun ini telah memasuki tahun kelima pelaksanaan. Sementara jika dihitung sebagai strategic regional program, kegiatan tersebut telah memasuki tahun keenam.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah setiap insan Bangka Belitung harus memiliki semangat untuk mengeksplorasi negeri kita sendiri. Siapa lagi yang akan mengeksplor dan memperkenalkan negeri kita kalau bukan kita sendiri,” ujar Rommy, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, semangat Explore Babel tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pariwisata, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program tersebut turut dikaitkan dengan gerakan nasional seperti Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Masyarakat Bangka Belitung didorong untuk terlebih dahulu bangga terhadap produk UMKM dan destinasi wisata daerah sebelum memperkenalkannya kepada masyarakat luar.
“Kita harus terlebih dahulu bangga dengan produk-produk UMKM kita. Dengan begitu, ketika kita menjadi duta produk UMKM Bangka Belitung, kita bisa maju dengan rasa bangga karena kita sendiri mencintai dan membanggakan produk kita,” katanya.
Rommy menambahkan, Explore Bangka Belitung juga menjadi wadah untuk menunjukkan kontribusi nyata Bank Indonesia di tengah dinamika ekonomi daerah, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga pengendalian inflasi, mempercepat digitalisasi, hingga memastikan ketersediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Babel.
“Yang kami inginkan melalui Explore Babel sebenarnya adalah kekuatan kolaboratif, yaitu sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.
Rangkaian Explore Bangka Belitung 2026 telah berlangsung sejak April 2026 dan akan mencapai puncaknya pada 28-30 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut terbagi dalam pre-event, side event, dan main event. Pada pre-event, terdapat sekitar 16 kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah serta berbagai mitra strategis, baik dari unsur pemerintah maupun nonpemerintah. Sejumlah kegiatan di antaranya digelar melalui rangkaian pameran, kegiatan ekonomi kreatif, hingga berbagai program yang disinergikan dengan agenda pemerintah daerah.
“Program-program pemerintah daerah kabupaten dan kota yang bisa kita sinergikan, kita masukkan dalam tema Road to Explore Babel. Jadi pre-event-nya memang kita lakukan di berbagai daerah,” jelas Rommy.
Sementara side event diisi dengan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi. Menurut Rommy, edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat dan para pemangku kepentingan memahami tujuan setiap program sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih maksimal.
“Kalau orang tidak paham, dia tidak akan totalitas memberikan support. Tapi kalau dia paham, dia akan memberikan support secara total,” katanya.
Adapun main event akan digelar pada 28-30 Agustus 2026 di Pangkalpinang.
Tahun ini, tema yang diusung adalah “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Bangka Belitung Berdaya dan Berkelanjutan.”
Pada 28 Agustus, kegiatan akan diawali dengan opening pada sore hari. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, dijadwalkan hadir dalam pembukaan tersebut bersama jajaran pimpinan daerah.
Rommy berharap momentum tersebut dapat memperkuat komitmen bersama dalam pengembangan UMKM Bangka Belitung.
“Concern Bank Indonesia untuk pengembangan UMKM yang diusung dalam acara ini diharapkan bisa tersampaikan kepada seluruh pimpinan daerah dan mitra strategis. Sehingga kita memiliki satu sikap yang sama untuk mendorong UMKM Bangka Belitung terus maju,” ujarnya.
Dalam Explore Bangka Belitung 2026, Bank Indonesia juga menghadirkan UMKM binaan serta UMKM hasil kurasi melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
Tercatat sekitar 116 UMKM akan tampil dengan beragam produk unggulan.
Rommy mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah UMKM yang terlibat, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk melakukan inovasi, meningkatkan kualitas produk, memperkuat digitalisasi, hingga mampu menembus pasar ekspor.
Dampak kegiatan tersebut, kata dia, dapat dilihat dari peningkatan transaksi UMKM dari tahun ke tahun. Bahkan, rangkaian kegiatan tahun ini sebelum mencapai acara puncak telah mencatat nilai transaksi sekitar Rp2 miliar.
“Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan transaksi UMKM. Tahun ini, sebelum sampai pada puncak kegiatan, nilainya sudah sekitar Rp2 miliar. Ini menjadi salah satu indikator bahwa program yang kita lakukan memberikan dampak,” ungkapnya.
Menurut Rommy, keberhasilan program tidak hanya diukur dari nilai transaksi, tetapi juga dari peningkatan kapasitas dan jumlah UMKM, inovasi produk, digitalisasi, hingga kemampuan pelaku usaha untuk naik kelas dan menembus pasar ekspor.
Ia menegaskan, proses UMKM untuk naik kelas membutuhkan pendampingan dan perlakuan khusus secara berkelanjutan, baik dari Bank Indonesia maupun pemerintah daerah.
“Ketika ada UMKM yang akan naik kelas dan masuk ke pasar ekspor, tentu treatment-nya tidak bisa sembarangan. Kita siapkan panggung bagi mereka agar mereka memiliki motivasi untuk naik kelas,” katanya.
Selain UMKM, Explore Bangka Belitung 2026 juga memberikan perhatian terhadap isu lingkungan.
Salah satu program yang dihadirkan adalah Hall of Green Inspiration, yang diharapkan dapat memberikan edukasi sekaligus inspirasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Bank Indonesia juga menghadirkan konsep wakaf melalui program Wakafe yang menggabungkan aktivitas berwakaf dengan pengalaman menikmati kopi.
“Kita ingin kegiatan ini juga memberikan inspirasi. Jadi tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, tetapi juga lingkungan dan kepedulian sosial,” ujar Rommy.
Pelaksanaan Explore Bangka Belitung juga disinergikan dengan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Salah satunya melalui pawai HUT RI yang akan digelar di kawasan alun-alun. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemeriahan kedua agenda sekaligus menarik lebih banyak masyarakat.
“Ini bentuk sinergi dan kolaborasi sampai pada hari H. Program HUT RI memberikan kemeriahan kepada Explore Babel, dan sebaliknya Explore Babel juga memberikan tambahan kemeriahan bagi kegiatan HUT RI,” tuturnya.
Pada 29 Agustus, sejumlah lomba dan kegiatan masyarakat akan digelar. Sementara pada 30 Agustus, rangkaian kegiatan ditutup dengan closing yang diisi talkshow sejak sore hingga malam hari.
Puncak acara juga akan dimeriahkan penampilan Budi Doremi pada malam 30 Agustus. Pertunjukan tersebut terbuka dan gratis bagi masyarakat.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, Rommy berharap Explore Bangka Belitung 2026 dapat menjadi momentum memperkuat optimisme masyarakat sekaligus memperluas kolaborasi untuk mendorong ekonomi Babel agar semakin berdaya dan berkelanjutan.
“Ini menjadi agenda tahunan kita untuk terus mendapatkan, menguatkan berbagai sektor, dan menginspirasi para pelaku UMKM baru untuk bangkit dan berkembang hingga naik kelas,” pungkasnya.









