Kawasan Hutan Lindung Desa Belilik di Babat Habis oleh Oknum Tak Bertanggung Jawab

Bangka Tengah, SinergiBabel.Id – Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi di Desa Belilik kembali menjadi sorotan.

Pembabatan liar yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab membuat kawasan hutan yang berada di tepi jalan hingga mendekati wilayah mangrove Desa Kurau Barat kini tampak gundul dan memprihatinkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan area hutan lindung yang berada tepat di belakang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Belilik telah habis dibabat.

Pepohonan yang sebelumnya tumbuh rapat kini rata dengan tanah, menyisakan lahan terbuka tanpa tutupan vegetasi.

Kepala UPT KPHP Sungai Sembulan melalui penyuluh kehutanan, Suryani, membenarkan adanya aktivitas pembalakan tersebut.

Ia mengungkapkan
bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta meminta keterangan dari masyarakat yang diduga terlibat.

“Kemarin kita sudah ke lokasi, dan kita telah memanggil masyarakat Desa Belilik dan Kurau yang saat itu sedang bekerja untuk dimintai keterangan siapa di balik mereka,” ungkap Suryani, Kamis (12/02/2026).

Menurutnya, luasan kawasan yang telah dibabat diperkirakan mencapai lebih dari 10 hektare, membentang hingga ke perbatasan kawasan mangrove Desa Kurau Barat.

“Kami belum mengecek secara pasti, tapi kalau dari hasil penelusuran kemarin itu lebih dari 10 hektare yang sudah dibabat,” ujarnya.

Kerusakan hutan lindung ini tentu menjadi ancaman serius bagi ekosistem sekitar, terlebih lokasinya yang berdekatan dengan kawasan mangrove yang memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan pesisir dan penahan abrasi.

Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu bencana ekologis di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Desa Belilik, Sudarwan, saat dikonfirmasi terkait pembukaan lahan di kawasan lindung tersebut, mengaku belum mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas perusakan itu.

“Belum ada laporan siapa yang punya dan babat lahan tersebut,” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPHP Sungai Sembulan masih melakukan penelusuran untuk mengungkap aktor di balik pembabatan hutan lindung tersebut.

Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang dan hutan yang tersisa dapat diselamatkan dari tangan-tangan serakah. Sumber CyberGroup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *