SinergiBabel.Id – Keyakinan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung terhadap kinerja ekonomi Kepulauan Bangka Belitung tetap optimis pada Mei 2026. Hal ini terkonfirmasi dari hasil Survei Konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 yaitu sebesar 124,75, tetap berada pada level optimis (>100) dan sejalan dengan IKK Nasional Mei 2026 yaitu sebesar 120,9. Hal ini didorong oleh peningkatan keyakinan konsumen terhadap Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) diiringi Indeks Kondisi Ekonomi saat Ini (IKE) yang tetap solid.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Mei 2026 tetap terjaga sebesar 124,50. Tetap kuatnya IKE merupakan cermin dari persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja saat ini dan tingkat konsumsi barang tahan lama (durable goods) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan survei, 34,5% responden memiliki persepsi penghasilan saat ini meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu. Selanjutnya, 28% responden menyatakan konsumsi durable goods saat ini meningkat yang didominasi oleh pembelian furnitur dan perabotan rumah tangga. Sementara itu, 63,5% responden lainnya menyatakan konsumsi durable goods relatif stabil.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencerminkan persepsi konsumen terhadap kinerja perekonomian 6 bulan ke depan. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan tercatat tetap pada level optimis sebesar 125,00 meningkat dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 124,00. Berdasarkan survei, diketahui bahwa 42,5% responden memperkirakan kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang akan meningkat, sementara 42% responden lainnya memperkirakan akan relatif stabil. Sebanyak 21,2% dari responden yang memperkirakan peningkatan kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang, menyatakan bahwa hal tersebut didorong oleh adanya peningkatan subsidi/insentif pemerintah. Sementara itu, 20% lainnya menyatakan peningkatan sejalan dengan kemudahan akses ke perbankan. Lebih lanjut, hasil survei tersebut selaras dengan optimisme dari 31,5% responden yang memperkirakan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang juga akan meningkat yang didorong oleh peningkatan pada proyek pemerintah dan perkiraan kondisi ekonomi yang akan tumbuh positif meskipun terdapat potensi adanya tekanan biaya bahan baku. Sementara itu, 57,5% responden lainnya memperkirakan bahwa ketersediaan lapangan kerja mendatang akan relatif stabil.







